Monochrome Mind

Ordinary Little Girl
http://www.redveil.deviantart.com
Do you want me to take your photograph for your fashion blog or lookbook ? contact me via
e-mail : nuri.moeladi@yahoo.com

I really wish I’ve met him long time ago so I could protect him from everything. everything.

using 8mm application on iPhone

The Last Show

Kemarin gue ditawarin temen untuk mengerjakan project documentary to Mocca. Dan dalam sekejap, gue jadi ingat akan Mocca Last Show. Gue lupa tepatnya bulan apa, yang gue inget acaranya diadakan tanggal 15, bertepatan dengan hari jadi gue sama dia.

Gue dan dia duduk bersebelahan sambil menikmati lagu - lagu Mocca yang sangat enak didengar dan setting panggung yang ceria. Tanpa sadar, beberapa lagu mereka menjadi kenangan tersendiri buat gue. Ada yang liriknya klise tapi aransemennya menyenangkan, contohnya I Would Never. Kadang - kadang gue kesal sendiri karena membiarkan diri gue untuk melewati hari yang sangat menyenangkan sama dia, karena akhirnya bakal seperti sekarang, terlalu manis untuk dilupakan *Slank mode : ON*. Gue melupakan wajah sedih dia saat hubungan kami berakhir, yang gue ingat hanya senyum dia saat menjenguk gue di rumah sakit bertepatan dengan Valentine’s Day dan perayaan dua tahun kami di tahun 2011.

It’s almost 7 month from last September. And I’m still waiting my heart collapse.

Black Stories. Talent @junepaski

Sydney,2012

Sydney,2012

Coffee and Paradox

Coffee and Paradox

  • gue : gue butuh seseorang.
  • dia : untuk ?
  • gue : untuk selalu ada buat gue. terutama disaat seperti ini. seseorang yang bisa menekan emosi gue. menenangkan gue.
  • dia : loe tenang dulu. itu tangan jangan terlalu mengepal. sakit nanti.
  • gue : berapa lama gue harus tenang ?
  • dia : gue ngga mau jadi orang yang loe butuhkan,tapi gue mau jadi orang yang loe inginkan.
  • gue : loe pengen jadi orang yang gue maksud ?
  • dia : ngga.
  • gue : ih,apaan sih ?!
  • dia : Ingin itu asalnya dari hati, butuh itu asalnya dari pikiran. Ingin itu tidak lahir bersama dengan alasan, tapi bisa dijustifikasi dengan sebab hingga muncul alasannya. Butuh itu selalu muncul bersama dengan alasan. Kalau keinginan itu tidak didapatkan, antara usahanya kurang keras, alasannya tidak kuat, atau alasannya salah.
  • gue : .......
  • dia : loe tenang dulu yah.
  • gue : gue pengen ngabisin waktu lebih lama dari hari ini,minggu depan mungkin ?
  • dia : bisa
  • gue : jangan bosen yah.
  • dia : no probs. sharing is beautiful.
Gigsplay Jakarta with White Shoes and The Couples Company.

Gigsplay Jakarta with White Shoes and The Couples Company.

  • gue : kita kayak gini aja yuk ! mau ngga ?
  • dia : kita ketemu,duduk,ngopi dan ngobrol sampai waktu membuat salah satu dari kita pergi ? sampai tanpa sadar satu bungkus rokok kita habiskan karena kita nyaman seperti saat ini ?
  • gue : iya. ini menyenangkan buat gue.
  • dia : memang. gue juga suka. kita ngga perlu kemana-mana. cukup duduk. we're in the same shit,aren't we ?
  • gue : indeed.

Dear heart, please move on.

Dear feeling, please be gone.

Dear tears, please stop falling.

Dear brain, please think of anything else.

Dear life, please be better.

Dear love, please make me stronger.